Bantah TKA Cina Jutaan di Indonesia, Jokowi: ’23 Ribu Orang Iya’

418
Pemberkasan Dokumen TKA Tiongkok - Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok tiba di Kantor Imigrasi Kelas II, Jalan Raya Merak, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Rabu (3/8/2016). Kedatangan mereka ini untuk pemberkasan dokumen usai diamankan oleh POlda Banten. (Foto: Doni KUrniawan/Banten Raya)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah adanya tenaga kerja asing asal Cina di Indonesia yang mencapai hingga 10 juta.

Menurut data yang ia terima, jumlah TKA yang bekerja di Indonesia sekitar 23 ribu orang.

“Saya blak-blakan 23 ribu iya,” ujar Jokowi saat meresmikan pembukaan pendidikan kader ulama MUI Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilansir Republika, Rabu (8/8).

Jokowi mengatakan, para pekerja asing yang berada di Indonesia, untuk mendukung pertumbuhan investasi sehingga dapat membuka lapangan kerja yang lebih besar bagi masyarakat.

“Mereka (TKA, red) kerja di sini, tapi juga tidak kerja terus-terusan. Mereka masang turbin, smelter yang kita memang belum siap melakukan itu. Sehingga mereka harus di sini 4-6 bulan untuk masang,” jelasnya 

Sementara itu, lanjutnya, tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Cina mencapai 80 ribu orang.

Sedangkan di Malaysia, TKI yang bekerja mencapai 1,2 juta. Angka tersebut belum termasuk tenaga kerja Indonesia yang masuk dan bekerja secara ilegal.

Permasalahan TKI ilegal ini juga salah satu isu yang dibahas bersama Perdana Menteri Malaysia Mahathir Muhammad.

“Saya minta Mahathir ada perlindungan, legalisasi, sehingga semua gamblang, berapa tenaga kerja kita di Malaysia. Biar jelas. Malaysia ga ribut,” kata Jokowi.

Lebih lanjut, ia mengatakan dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia hanya sekitar 0,03 persen.

“Bandingkan coba TKA di UEA 80 persen asing semuanya, mereka senang-senang saja, nggak ada masalah. Di Arab Saudi 33 persen tenaga kerja asing. Kita satu persen saja nggak ada,” katanya.

Komentar Anda