Tertangkap Pungli, Pegawai BUMD Tanjung Pinang Resmi Jadi Tersangka

147
Kapoda Kepri Irjen. Pol. Sam Budigusdian memberi keterangn kasus ott pegawai BUMN tj. pinang dlm konfrensi pers di Mapolda Kepri, Nongsa, Senin (20/2/2017) - (tama/benankmerah.co)

BENANKMERAH.CO, BATAM – Pegawai BUMD Tanjungpinang, SL resmi menjadi tersangka kasus pungutan liar (pungli) sewa lapak (kios) di Pasar Bintan Centre Tanjung Pinang.

SL dijerat dengan UU tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Saat ini saudara SL telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Rutan Polda Kepri, dengan pasal yang disangkakan pasal 12 huruf e dan pasal 11 RR RI No. 20 tahun 2001 perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi” papar  Kapoda Kepri Irjen. Pol. Sam Budigusdian dalam konfrensi pers di Mapolda Kepri, Nongsa, Senin (20/2/2017)

Dalam Pasal 12 itu berbunyi, dipidana dengan penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan Paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit Rp 200 juta atau paling banyak Rp 1 Milyar.

Sementara pasal 11 berbunyi, dipidana dengan di penjara paling singkat 1 tahun, dan Paling lama 5 tahun, atau denda paling sedikit Rp 50 juta atau paling banyak Rp 250 juta.

Kapolda menjelaskan, bahwa operasi ‎tangkap tangan (OTT) ini bermula setelah aparat mendapat informasi dari warga adanya penyelewengan harga penyewaan kios di Bintan Center.

Informasi yang didapat itu, tentang biaya sewa kios dan lapak yang mahal serta banyaknya pungutan liar terhadap para pedagang di pasar tersebut.

“Praktek ini telah berlangsung dari tahun 2014, namun para pedagang tidak ada yang berani melapor karena takut akan diusir dari kios mereka dan tidak punya tempat lagi untuk berjualan,” katanya.

Lebih lanjut Sam menjelaskan, bahwa berdasarkan laporan dari warga, Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri, melakukan pendalaman serta penyelidikan.

Dalam tahap penyelidikan itu tim melihat tersangka sedang menerima uang dari seseorang yang diduga uang tersebut hasil pungli sewa kios.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti diantaranya, satu lembar fotokopi KTP atas nama Nanang Sunandar, Penyewa kios.

Dua lembar fotocopy warna ukuran 3×4, satu lembar materai Rp6000, satu unit Handpone merek Nokia 6700c-1 warna hitam silver dengan IMEI berikut dua buah simcard dan satu buah memory card.

Kemudian juga dista satu unit handpone merk Samsung GT-C3322 warna hitam beserta IMEI dan satu buah simcard, satu buah kwitansi tanggal 17 Februari 2017 yang ditandatangani SKB dengan nominal Rp8 juta, satu lembar tanda terima dari BUMD Kota Tanjungpinang Nomor 7459 tertanggal 5 Desember 2016 dan satu lembar kwitansi tanggal 29 Agustus 2016 dengan nominal Rp40 juta.

Setelah melakukan pengembangan dari hasil penangkapan, disita juga uang tunai Rp26.058.000, pecahan uang koin Rp7.900 serta Rp2.651.000 di kantor BUMD Kota Tanjungpinang.

“Uang ini merupakan uang kas besar namun perlu diverifikasi (periksa) oleh Dirut BUMD”. katanya.

Marina
Editor: Rajo Sinawa

Komentar Anda