Novel Baswedan Harap Ombudsman Ungkap Maladministrasi Pengusutan Kasusnya

174
Foto Rizkia Sasi/BENANKMERAH.CO

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berharap Ombudsman mampu mengungkap maladministrasi dalam pengusutan kasus penyiraman air keras yang menimpanya sejak April 2017 lalu.

“Semoga apa yang dilakukan Ombudsman bisa berhasil dengan optimal sehingga bisa mengetahui adanya maladministrasi sehubungan dengan penyidikan perkara penyerangan terhadap diri saya,” ungkap Novel kepada awak media di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).

Novel mengatakan, dirinya sengaja menyambangi gedung KPK atas undangan Ombudsman yang secara inisiatif berkeinginan untuk memeriksanya dan mengklarifikasi terkait temuan-temuan baru Ombudsman setelah melakukan investigasi pengusutan kasusnya itu.

Setelah menemui Novel, Ombudsman pun akan menyambangi Polda Metro Jaya untuk kembali mengklarifikasi dan mengembangkan informasi yang disampaikan Novel tersebut ke hal lainnya guna mendapatkan kesimpulan fakta.

Sebelumnya, Ombudsman RI telah mendatangi Polda Metro Jaya terkait maladministrasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Saat itu, Ombudsman ingin mengklarifikasi terkait laporan dari masyarakat atas nama Muhammad Lestaluhu yang pernah dipanggil sebagai saksi oleh Polres Metro Jakarta Utara, berkaitan dengan kasus Novel Baswedan.

Akibatnya dugaan Lestaluhu diduga sebagai pelaku menyebabkan dia dikeluarkan dari pekerjaannya, karena banyak berita beredar bahwa dia pelakunya.

“Sekarang kami sudah tutup kasus Lestaluhu, sudah dinyatakan selesai. Namun kami buka hal baru, ketika kami melihat ternyata masih banyak masyarakat menganggap Polri tidak serius, tidak profesional, sehingga kasus Novel itu tidak terungkap hingga sekarang. Nah, itu kami anggap sebagai satu awalan bagi kami, untuk melakukan awalan adanya indikasi maladministrasi,” papar Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala di gedung KPK, Senin (15/5).

Seperti diketahui, kasus penyiraman air keras yang telah merusak kedua mata Novel sudah berlalu lebih dari satu tahun, namun hingga kini kepolisian belum juga mampu mengungkap siapa dalang dibalik penyerangan tersebut.

 

Reporter: Rizkia Sasi

Komentar Anda