Inneke Koesherawati Bungkam Usai Diperiksa KPK

144
Inneke Koesherawati keluar gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, Selasa (24/7) (Foto: Rizkia Sasi/BENANKMERAH)

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Artis cantik Inneke Koesherawati bungkam usai diperiksa selama kurang lebih empat jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupai (KPK), Selasa (24/7).

Inneke yang merupakan istri dari tersangka pemberi suap Fahmi Darmawansyah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andri Rahmat yang merupakan napi kasus umum atau tahanan pendamping.

Saat keluar dari lobi KPK, tak ada pernyataan yang ia ucapkan termasuk soal mobil yang diberikan suaminya kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Dirinya terus menunduk sambil berjalan menuju taksi yang telah menunggunya.

Pemeriksaan ini, merupakan pemeriksaan yang kedua baginya. Sebelumnya, Inneke telah diperiksa saat dirinya ikut diamankan oleh penyidik KPK ketika operasi tangkap tangan (OTT) terjadi Sabtu (21/7) dini hari. Dalam pemeriksaan kali ini, Inneke diperiksa terkait perannya dalam pembelian mobil yang diberikan kepada Kalapas Sukamiskin.

“Kami perlu dalami lagi terkait pengetahuan dan peran yang bersangkutan dalam pembelian mobil,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (24/7).

Tidak hanya Inneke, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya yakni, Direktur PT Laju Maju Sejahtera, Anita Selviana Nayaon, dan Sales Counter, Rina Yuliana. Seluruhnya diperiksa untuk ‎tersangka AR.

Dalam kasus ini, KPK menangkap Kalapas Sukamiskin Wahid Husein dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (21/7) lalu. Wahid yang baru menjabat empat bulan itu diduga jual-beli fasilitas sel dan izin kepada narapidana.

Selain Wahid, KPK juga menangkap staf Wahid Husen yakni Hendry Saputra dan suami Inneke yakni Fahmi Darmawansyah napi korupsi dan Andi Rahmat narapidana kasus pidana umum atau tahanan pendamping Fahmi.

Dalam operasi senyapnya kala itu, KPK menemukan fasilitas sel yang cukup mewah. Beberapa sel di Lapas Sukamiskin dilengkapi dengan mesin pendingin udara (AC), kulkas, dan televisi. Salah satunya adalah sel yang dihuni oleh Fahmi.

Untuk mendapatkan sel tahanan yang mewah tersebut, KPK menyebut seorang narapidana harus membayar dengan harga Rp 200 juta hingga Rp 500 juta.

 

Reporter: Rizkia Sasi

Komentar Anda