Benarkah Ada “Pungli” di Pelabuhan Alai Jembatan 2 Barelang?

251
Kapal Rakyat yang bersandar dipelabuhan Alai, Jembatan 2 Barelang – (Irawan/benankmerah.co)

BENANKMERAH.CO, BATAM – Kapten Kapal tradisional (kapal kayu) yang akan bersandar membongkar muatan, mengaku resah dan terganggu aktifitasnya karena adanya dugaan pungutan liar (pungli), di pelabuhan Alai  Jembatan 2 Barelang.

Hal tersebut disampaikan Kapten Kapal Dodi, bahwa Kapal nya dengan nama KM. WINDI PERABOT, GT 6 IH NO. 14130, yang membawa muatan Kelapa dari Tembilahan menuju Batam, sempat tertahan untuk kembali melanjutkan perjalanannya.

“Seorang oknum AL (Angkatan Laut) mendatangi kita meminta untuk melapor ke Pos Penjagaan, dan melakukan penahanan Dokumen Kapal serta meminta sejumlah uang”. kata Dodi kepada benankmerah.com, Selasa (14/2/2017)

“Oknum yang bersangkutan mengatakan, untuk kapal yang hendak berlabuh/menyandar di pelabuhan ini, dikenakan biaya sebesar Rp. 150 ribu /kapal, karena saya tidak pernah membayar sebelumnya jadi total yang harus saya bayar sebesar Rp 3 Juta”. ujarnya

Dilain pihak, Pemilik kapal, Yusril mengatakan menyayangkan sekali dengan tindakan oknum tersebut

“Atas informasi dari Kapten Kapal, saya langsung ke lokasi kapal dan saat berada di pelabuhan tersebut. Dokumen Kapal sudah dikembalikan, dan sangat menyayangkan atas tindakan oknum tersebut meminta sejumlah uang”. kata dia

Menurutnya, ketika kapal berlabuh tidak diharuskan untuk melapor ke pos penjagaan dikarenakan kapalnya adalah kapal rakyat.

“Untuk melapor saya rasa, tidak diharuskan melapor ke pos penjagaan saat kapal hendak berlabuh karena ini kan kapal rakyat (kapal kayu, red), dan saya  meminta kepada pihak Lanal untuk dapat menindak lanjuti permasalahan ini”. tuturnya

Untuk mencari kepastian dari permasalahan ini, benankmerah.com mencoba menghubungi oknum Angkatan Laut berinisial IN, yang diduga melakukan pungli tersebut.

“Kapasitas saya hanya membantu dikarenakan ada kisruh soal pembayaran antara buruh dengan tekong, terkait permasalahan uang tersebut. Dan masalah ini sudah selesai, untuk dokumen kapal sudah diserahkan kembali kepada Kapten Kapal”. katanya saat di hubungi via seluler

Dirinya mengaku, masalah pembayaran itu tidak tahu menahu, tugasnya hanya membantu karena ada permasalahan dilapangan.

“Soal pembayaran sebesar Rp.150.000 /kapal itu. Saya enggak tahu, coba ditanyain langsung ke pengelola pelabuhan dan saya hanya membantu kalau ada permasalahan di lapangan”. ujarnya

(tama/irwn)

Komentar Anda