Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Satwa dan Tumbuhan Dari Malaysia

87

BENANKMERAH.CO, BATAM – Petugas Bea Cukai Batam berhasil mengamankan Kapal Motor (KM) Batam Indah (BI) VI, yang diduga upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan.

Kabid BKLI Bea Dan Cukai Tipe B Kota Batam, R. Evy Suhartantyo, menjelaskan pada Jumat (13/7) petugas P2 Bea dan Cukai melakukan pemeriksaan terhadap KM. BI yang datang dari Pelabuhan Pasir Gudang Malaysia ke Pelabuhan Batu Ampar, karena diduga membawa muatan yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.

“Saat Petugas Bea dan Cukai sedang melakukan pemeriksaan kapal (boatzooking) di ruang Nahkoda KM. BI, petugas mencurigai beberapa koli barang yang diduga tidak tercantum di dalam manifest,” ujar Evy dalam keterangan tertulisnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjut Evy, didapat 909 ekor Kura-kura, 24 ekor Iguana, 6 ekor Burung Perkutut, 12 ekor Love Bird, 1 ekor Anak Buaya, dan 12 pcs Tanaman Hias.

EVy menyebut saat ini satwa dan tumbuhan yang bersal dari negera Malaysia tersebut dalam kondisi baik, dan telah di titipkan kepada Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau di Batam

“Kita telah ajukan permohonan kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam dan Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Batam, untuk dapat dilakukan uji laboratorium terkait kesehatan satwa dan tumbuhan tersebut,” ujarnya.

Menurut Evy, upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan kemungkinan termasuk dalam apendiks I dan apendiks II, yang diduga dilakukan oleh AG dan TD

“Jenis satwa dan jenis tumbuhan beserta nilai perkiraan masih menunggu identifikasi dari Seksi Konservasi Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, dan kasus ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut,” pungkas Evy.

Upaya penyelundupan satwa dan tumbuhan tersebut diduga melanggar Pasal 102 Huruf (a) jo, Pasal 102 Huruf (e) UU No. 17 Tahun 2006 tentang perubahan atas UU No. 10 tahun 1995 tentang kepabeanan jo, Pasal 55 Ayat 1 KUH Pidana jo UU karantina.

 

Reporter: Rina Marina
Editor    : Rajo

Komentar Anda