Putra Mahkota Saudi: Palestina Harus Terima Tawaran Trump Atau Diam dan Berhenti Mengeluh

4994
Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman - Istimewa

BENANKMERAH.CO – Putra Mahkota Saudi, Mohammad bin Salman (MBS), telah mengatakan kepada para pemimpin kelompok Yahudi yang bermarkas di Amerika Serikat (AS) bahwa pemimpin Palestina harus menerima tawaran untuk perdamaian yang diajukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Pernyataan MBS ini dilaporkan media Israel Channel 10 pada hari Minggu, (30/4/2018) kemarin.

Menurut Chanel 10, selama pertemuan tertutup bulan lalu di New York dengan para pemimpin organisasi, MBS mengecam keras Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

“Dalam beberapa dekade terakhir kepemimpinan Palestina telah kehilangan satu kesempatan setelah yang lain dan menolak semua proposal perdamaian yang diberikan,” ujar MBS dalam sebuah laporan yang dipublikasikan di situs web Axios  oleh Barak Ravid, koresponden diplomatik senior Channel 10

“Sudah saatnya rakyat Palestina mengambil proposal (perdamaian) dan setuju untuk datang ke meja perundingan atau diam dan berhenti mengeluh,” kata MBS.

Sebelumnya, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada bulan Desember 2017 lalu, sebuah langkah yang mengundang kecaman internasional.

Para pemimpin Palestina melihat Yerusalem Timur , yang secara militer disita oleh Israel pada tahun 1967 dan telah diduduki sejak itu, sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

MBS dilaporkan menekan Abbas untuk menerima kerangka AS untuk perdamaian setelah pengakuan Trump atas Jerusalem .

Namun, pemimpin Palestina telah memboikot Gedung Putih sejak pengumuman Trump pada bulan Desember. Abbas mengatakan AS tidak lagi menjadi “perantara yang jujur” dalam pembicaraan damai. 

MBS dan menantu laki-laki Trump, Jared Kushner, dilaporkan menjalin hubungan dekat. 

Kushner mengulurkan tangan kepada MBS untuk meminta petunjuk di wilayah itu setelah Trump menunjuknya ke tim administrasi yang akan mengawasi negosiasi antara Palestina dan Israel.

Sementara MBS mengkritik kepemimpinan Palestina, ia lebih lanjut menyatakan bahwa perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina akan perlu bergerak maju sebelum Arab Saudi dan negara-negara Teluk Arab lainnya akan menormalkan hubungan dengan Israel.

Hingga saat ini, para pejabat Saudi belum mengomentari pernyataan MBS ini.

 

Source  : AlJazeera
Editor   : Heni Anggraini

Komentar Anda