Polisi Rusia Menangkap Bocah 12 Tahun Karena Ikut Demo Anti-Putin

172
Egor ditarik dari kerumunan massa dan dibawa kekantor polisi - Foto via miror

BENANKMERAH.CO – Sebuah peristiwa jadi sorotan ketika polisi Rusia menangkap seorang bocah berusia 12 tahun karena turut serta dalam demonstrasi anti-Vladimir Putin menjelang pelantikan presiden.

Seperti diberitakan Dayli Miror, pada Selasa (8/5), bocah bernama Egor Pryanishnikov itu, menyuarakan kemarahannya tentang keadaan jalan di mana dia tinggal.

Tak lama setelah itu, Egor, ditarik dari kerumunan massa oleh polisi dengan lengannya ditempatkan ke belakang.

Egor kemudian dipaksa masuk ke mobil dan dibawa ke kantor polisi.

Para demontrasi yang tertegun melihat adegan mengejutkan itu, dengan marah meneriakkan ‘memalukan’ kepada para petugas.

Anak itu kemudian dibebaskan dan diserahkan pada ayahnya. Dia dilaporkan meninggalkan stasiun sambil menangis.

Sehari sebelumnya, Egor mengatakan kepada media setempat Free News Volga, dia tidak takut sama sekali untuk ikut berunjuk rasa menentang Vladimir Putin

“Mengapa saya harus takut?” Untuk pergi berunjuk rasa adalah hak hukum setiap orang,” kata Egor.

Egor dilaporkan meninggalkan kantor polisi sambil menangis setelah diinterogasi dan dibebaskan – Foto via Miror

Seorang pengacara yang dikirim ke kantor polisi oleh pengunjuk rasa mengatakan, alasan bocah itu ditangkap karena polisi mengatakan para demonstran adalah “Nazi dan calon ekstremis” dan anak itu “diintimidasi”.

Dia menambahkan, Polisi juga mengatakan bahwa Egor berjalan sendirian tanpa pengawasan.

“Ini adalah alasan standar untuk polisi menahan anak di bawah umur yang berpartisipasi dalam demonstrasi,” kata polisi yang disampaikan pengacara itu.

Akhir pekan ini, lusinan kota di seluruh Rusia menyaksikan para pengunjuk rasa turun ke jalan untuk menunjukkan kemarahan mereka pada masa jabatan keempat Presiden Vladimir Putin.

Protes ‘Dia Bukan Raja Saya’ diorganisir oleh pendukung pemimpin oposisi Alexei Navalny.

Dilaporkan lebih dari seribu pengunjuk rasa ditahan di seluruh negeri.

Vladimir Putin, pada Senin (7/5) resmi dilantik untuk masa jabatan keempat sebagai presiden Rusia di Aula Ordo St Andrew dari Grand Kremlin Palace di Moskow.

 

Editor: Heni Anggraini.

Komentar Anda