PM Mahathir Larang Warga Asing Beli Properti di Proyek Forest City

254
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad

BENANKMERAH.CO, KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyatakan akan mencegah orang asing membeli unit perumahan di proyek Forest City senilai $ 100 miliar.

Proyek oleh pengembang Country Garden Holdings Co Ltd untuk membangun sebuah kota bagi 700.000 orang di negara bagian Johor yang berbatasan dengan Singapura telah menghadapi ketidakpastian sejak koalisi Mahathir memenangkan kemenangan mengejutkan pada pemilihan umum Mei.

“Satu hal yang pasti, kota yang akan dibangun itu tidak bisa dijual kepada orang asing,” kata Mahathir dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, dikutip Reuters, Senin (27/8).

“Kami tidak akan memberikan visa bagi orang-orang untuk datang dan tinggal di sini. Kami keberatan karena dibangun untuk orang asing, bukan dibangun untuk orang Malaysia.¬†Sebagian besar orang Malaysia tidak mampu membeli rumah susun itu,”¬†tambahnya.¬†

Pembeli Cina menguasai sekitar dua pertiga dari pemilik unit Forest City yang dijual sejauh ini, dengan 20 persen dari Malaysia dan sisanya dari 22 negara lain, termasuk Indonesia, Vietnam, dan Korea Selatan.

Pihak Country Garden Pacificview Sdn Bhd, perusahaan patungan antara Country Garden dan pemerintah negara bagian Johor untuk mengembangkan Forest City, mengatakan telah mematuhi semua peraturan yang diperlukan dalam mengembangkan proyek.

Lebih lanjut, pihak perusahaan menyebut pernyataan Mahathir di luar konteks dan komentarnya tidak sesuai dengan isi pertemuan dua minggu lalu antara perdana menteri dan ketua Country Garden, Yeung Kwok Keung.

“Selama pertemuan, Tun Mahathir mengulangi bahwa dia menyambut investasi asing yang dapat menciptakan peluang kerja, mempromosikan transfer teknologi dan inovasi yang dapat menguntungkan pertumbuhan ekonomi Malaysia dan penciptaan lapangan kerja,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Seperti diketahui, Mahathir telah menjadi kritikus yang gigih terhadap Forest City dan mega proyek infrastruktur lainnya yang didukung oleh uang China, menuduh pendahulunya dan mantan anak didiknya, Najib Razak, menjual negara itu ke China.

 

Editor: Heni Anggraini

Komentar Anda