Patung Bunda Maria Menangis Air Mata Minyak Zaitun, Buatan Tuhan Atau Setan?

428
Foto Facebook

BENANKMERAH.CO – Menurut para pemimpin gereja di dalam sebuah gereja Katolik di New Mexico, patung perunggu Perawan Maria setinggi tujuh kaki tampaknya menangis.

Patung, yang dikenal secara lokal sebagai Our Lady of Guadalupe, tidak menangis karena air mata manusia.

Seorang penyelidik dengan Keuskupan Katolik Roma dari Las Cruces mengatakan bahwa air matanya memiliki susunan kimia yang sama seperti minyak zaitun yang diolah dengan parfum yakni zat yang ketika diberkati, minyak krisma, minyak suci yang digunakan di gereja Katolik untuk mengurapi umat paroki .

Namun, para pemimpin gereja mengatakan, kejadian langka itu telah mendorong orang-orang dari berbagai penjuru datang untuk mengadakan pertobatan, pengakuan dosa dan untuk menyaksikan patung ibu Tuhan menangis.

Pertanyaannya, kata seorang pakar, bukan hanya bagaimana itu terjadi (atau, apakah itu terjadi secara alami) tetapi bagaimana orang-orang menanggapi fenomena tersebut dan mengapa mereka mungkin ingin mempercayainya.

“Gereja Katolik memiliki sejarah panjang dalam mempercayai tanda-tanda supranatural,” kata John Thavis, penulis The Vatican Prophecies dikutip The Independent.

“Ada semacam keingintahuan dan antusiasme ketika sesuatu seperti ini terjadi karena tampaknya menegaskan kepercayaan tradisional bahwa Tuhan bekerja di dunia kita sendiri dan kadang-kadang hal gaib terlihat di dunia kita,” tambahnya.

“Fenomena ini dimulai pada hari Minggu Pentakosta pada 20 Mei lalu, ketika umat paroki di Gereja Katolik Our Lady of Guadalupe di Hobbs memperhatikan bahwa tampaknya ada air mata yang mengalir dari mata Bunda Maria,” ujar Judy Ronquillo, manajer bisnis untuk gereja, kepada The Washington Post .

Dia mengatakan patung itu terus menangis hingga keesokan harinya, sesuatu yang katanya telah terjadi beberapa kali lagi.

Ronquillo mengutip pernyataan Pendeta Jose Segura, yang menyebut bahwa dalam 12 tahun imamatnya, dia tidak pernah melihat hal seperti itu dan bahwa dia pertama kali berjuang untuk percaya itu nyata.

Tapi, lanjut Ronquillo, pendeta Segura mengatakan, ada kamera di gereja dan tidak ada penjelasan buatan manusia. jika ada bukti, katanya, dia akan menghentikan perbuatan itu.

“Ini sesuatu yang luar biasa baginya. Dia tidak memiliki kata-kata untuk itu.” kata Ronquillo tentang pendeta itu.

“Ada saat ketika itu terjadi bahwa dia tidak percaya, tapi sekarang dia percaya,” tambahnya.

Foto dan video yang dikeluarkan oleh gereja menunjukkan patung itu dengan apa yang tampak cair di dalam mata dan di bawah pipi, mulut, dan dagu. Dalam satu foto, sepertinya jejak air mata mungkin sudah mulai di kelopak mata bagian atas.

Sementara Diaken Jim Winder, wakil rektor Keuskupan Katolik Las Cruces, mengatakan ada cukup banyak cairan sekitar 500 mililiter yang telah mengaliri patung itu. 

Menurut Winder, ia dan penyelidik lain memeriksa patung dan daerah sekitarnya, termasuk langit-langit, dan tidak ada tanda-tanda hal itu telah diubah dengan cara apa pun.

“Para peneliti mengumpulkan sekitar 5 mililiter (atau satu sendok teh) dari “air mata” dan mengujinya,” kata Winder.

Winder menyebut hasil penelitian menunjukkan bahwa air mata itu merupakan zat kimiawi yang sama dari minyak zaitun diolah dengan beberapa jenis aroma, seperti krisma. 

“Kami tidak percaya minyak krisma diambil dari gereja dan digunakan untuk memalsukan patung ini,” kata Winder. Namun dia menambahkan bahwa pejabat gereja tidak memiliki jawaban.

Para pejabat gereja Katolik tidak begitu peduli dengan mengapa patung Bunda Maria tampak menangis air mata berminyak atau di mana air mata mungkin berasal dari Tuhan, Setan atau manusia.

Tetapi, menurut Winder, yang paling penting hal itu mendorong orang-orang untuk lebih dekat dengan Tuhan.

Winder, menyebut hingga saat ini, para peneliti tidak menemukan bukti bahwa peristiwa itu buatan manusia, tetapi mereka masih terus memantau situasi.

“Jika itu bukan buatan manusia, meninggalkan dua sumber yang mungkin yakni Setan dan Tuhan. itu yang bisa kami katakan pada titik ini, dan tidak ada yang mustahil,” katanya.

 

Reporter: Nyta Cece

Komentar Anda