Kisah Kelam Pembantaian Kaum Gay Di Afrika

730
Foto The Guardian

BENANKMERAH.CO – Sebelum mencerna lebih dalam kita lihat sedikit kisah kelam yang terjadi di Afrika selatan tepatnya di Soweto sebuah daerah urban di bagian barat daya Johannesburg, Provinsi Gauteng, Afrika Selatan.

Sebagaimana nasib daerah-daerah lain yang dijajah oleh elite kolonial kulit putih pada masa lalu, Soweto juga terkena dampak kebijakan apartheid sejak disahkan tahun 1948. Istilah sosiologisnya “segregasi sosial” di mana korban diskriminasi dan represi hadir bagi masyarakat asli kulit hitam yang secara jumlah mayoritas, namun secara kekuatan politik lemah.

Sekarang apa yang dimaksud dengan apartheid secara lebih rinci, Apartheid bisa disebutkan sebagai pembagian kehidupan antara warga kulit hitam dan warga kulit putih. Antara yang terkungkung kemiskinan dan yang menikmati kesejahteraan. Antara yang diperlakukan tidak adil dalam berbagai bidang kehidupan, dengan mereka yang selalu mendapat “kue-kue pembangunan”.

Bahkan dikotomi ini juga berlaku di sekolah-sekolah, antara siswa kulit hitam dan siswa kulit putih. Perbedaan ras ini memang menjadi masalah di masa lalu.

Kemudian waktu itu tentara apartheid di Afrika Selatan memaksa prajurit lesbian dan gay kulit putih benar-benar tak disukai, mereka diharuskan menjalani operasi ‘sex-change’ pada tahun 1970an dan 1980an, bahkan tak segan untuk menghukum mereka dengan cara dikebiri, kejutan listrik dan eksperimen medis lainnya.

Catatan sadis dengan jumlah pastinya tidak diketahui, namun ahli bedah dari tentara apartheid memperkirakan sebanyak 900 tentara dikerahkan untuk operasi ini sejak 1971 hingga 1989 di rumah sakit militer, hal itu mereka lakukan sebagai bagian dari program top secret untuk menumpas homoseksual. 

Psikiater yang membantu tugas tentara dengan kebijakan yang di keluarkan oleh pemimpin agama setempat dengan agresif mereka mengejar tentara homoseksual, mengirim mereka satu per satu menuju unit psikiater militer.

Bahkan derita mereka menjalani hal yang dianggap tabu, mereka yang tidak bisa diobati dengan obat-obatan, shock terapi, pengobatan dengan hormon, maka akan dikebiri atau diganti alat kelaminnya menjadi hal yang baru, agar tidak menyalahi kodratnya sebagai manusia yang hidup berpasangan. Hal ini dinamakan The Aversion Project.

Bagaimana bila ini terjadi lagi ? Apa kalian mendukungnya ?

 

Source   : TheGuardian
Reporter: Dery Nugros

Komentar Anda