Iran Tembakan 20 Roket Ke Israel, Yang Mengancam Meningkatnya Perang Dunia Ketiga

2835
Foto: Alaa al Faqir / Reuters

BENANKMERAH.CO – Israel mengatakan pasukan Iran di Suriah berada di balik rentetan dua puluh roket yang ditembakkan ke wilayah mereka Kamis (9/5) pagi.

Sirene bom meraung di daerah Golan Heights ketika rudal itu diarahkan ke posisi militer Israel.

Juru bicara militer Letnan Kolonel Jonathan Conricus mengatakan kemudian bahwa kerusakan pada posisi Israel “terbatas”.

“Pasukan Quds Iran menembakkan 20 roket ke depan menuju posisi IDF (Pasukan Pertahanan Israel) di Dataran Tinggi Golan,” tulisnya di Twitter dilansir Dayli Miror.

“Beberapa roket dicegat. Tidak ada korban Israel. IDF memandang serangan Iran ini dengan keras.” sambungnya.

Serangan yang disebut Tit-for-tat, antara Iran dan Israel telah meningkat menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk mundur dari Kesepakatan Nuklir Iran.

Israel dikatakan telah menembakkan sekitar 50 rudal ke Suriah sebagai tanggapan.

Skala tembakan roket Israel tampaknya jauh lebih tinggi daripada insiden sebelumnya dan penduduk Damaskus menggambarkan melihat ledakan di atas kota dari sistem pertahanan udara.

Ketegangan antara Israel dan Iran telah mengancam akan tumpah di Suriah, di mana militer Iran dan milisi Syiah yang bersekutu mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perangnya melawan pemberontak yang berusaha menggulingkannya.

Insiden larut malam itu diikuti gelombang ketegangan antara Israel dan Suriah, di mana pasukan Hezbollah Iran dan Lebanon telah membantu Damaskus memukul mundur pemberontakan berusia 7 tahun tersebut.

Israel menggambarkan Iran sebagai ancaman terbesarnya dan Hizbullah sebagai ancaman terbesar di perbatasannya.

Khawatir bahwa Iran dan Hizbullah mendirikan front Lebanon-Suriah melawannya, Israel kadang-kadang menyerang pasukan mereka.

Sebelumnya, Iran menyalahkannya atas serangan udara 9 April lalu yang menewaskan tujuh personel militernya di Suriah, dan bersumpah akan membalas dendam.

Ekspektasi terhadap gejolak regional dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa bahwa ia menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran.

“Beberapa jam kemudian, roket roket Israel menargetkan pangkalan militer di Kisweh,” kata seorang komandan dalam aliansi regional pemerintah pro-Suriah.

“Insiden itu menewaskan 15 orang, termasuk delapan orang Iran,” kata Observatorium. 

Sementara, Israel tidak membenarkan atau menolak tanggung jawab.

 

Reporter: Erick Ginting
Editor    : Heni Anggraini

Komentar Anda