Erdogan Desak Jokowi Bersikap Soal Pembunuhan Puluhan Warga Palestina di Gaza

5315
Demonstran Palestina berlindung dari kebakaran dan gas air mata Israel selama protes terhadap kedutaan AS pindah ke Yerusalem di perbatasan Israel-Gaza di Jalur Gaza selatan 14 Mei 2018. (Ibraheem Abu Mustafa / Reuters)

BENANKMERAH.CO, ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengambil “sikap” atas pembunuhan puluhan warga Palestina di Gaza.

Desakan itu disampaikan melalui sambungan telepon kepada sejumlah  petinggi negara.

Seperti dilansir Anadolu Agency Rabu (16/5) para petinggi negara itu diantaranya Presiden Indonesia Joko Widodo, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, dan Presiden Sudan Omar al-Bashir.

Panggilan telepon Erdogan datang setelah 62 demonstran Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan Israel di lintas-perbatasan Gaza pada hari Senin (14/5).

Para pemimpin juga membahas pertemuan OKI yang luar biasa di Istanbul pada Jumat ini di tengah meningkatnya ketegangan di Palestina dan relokasi Amerika Seriikat dari kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. 

Erdogan mengatakan komunitas internasional harus berbicara tentang penderitaan rakyat Palestina dan menyerukan kelompok untuk mengambil sikap tegas dan umum.

Kemudian pada hari Rabu, dalam panggilan telepon, Erdogan dan Kanselir Jerman Angela Merkel setuju bahwa situasi di Gaza saat ini membahayakan solusi yang mungkin.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani, Erdogan menekankan pentingnya pertemuan OKI hari Jumat untuk mengambil sikap bersama.

Kedua pemimpin juga bersumpah untuk mengangkat masalah ini di PBB.

Erdogan kemudian berbicara dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin di telepon tentang masalah yang sama.

Erdogan mengkritik serangan Israel terhadap warga Palestina “di depan mata seluruh dunia” sebagai “memalukan” dan memberi tahu Putin tentang pertemuan luar biasa OKI yang akan diadakan Jumat.

Edorgan juga berbicara di telepon dengan Paus Francis tentang perkembangan terakhir di Yerusalem. 

Selama percakapan, Erdogan menyatakan bahwa melanggar status Yerusalem, yang penting bagi tiga agama Ibrahim, tidak dapat diterima.

Untuk bagiannya, Paus mengungkapkan kesedihan mendalam atas insiden di Yerusalem, menyatakan bahwa solusi dua negara di mana Yerusalem diberikan status khusus diperlukan untuk perdamaian. 

Paus juga mengatakan tidak dapat diterima untuk menargetkan orang-orang tak berdosa dan mengklaim hidup mereka, mendesak komunitas internasional untuk mengatasi masalah ini melalui PBB. 

 

Reporter: Heni Anggraini

Komentar Anda