Kisah Vampir Dikehidupan Nyata, Minum Darah dan Tidur di Peti Mati

1214
Andreas Bathory menyamar sebagai vampir berpose dengan seorang wanita

‘Vampir’ tidak hanya ditemukan dalam fiksi dan bahkan berjalan di antara kita. Andreas Bathory, dari Rumania adalah vampir di kehidupan nyata telah mengungkapkan bagaimana dia meminum darah dan terkadang tidur di peti mati .

Andreas mengklaim hidupnya berubah selamanya ketika dia dikunjungi oleh seorang tokoh terkenal dalam mimpi

Tokoh tersebut bernama Vlad Tepes juga dikenal sebagai ‘Vlad the Impaler’ seorang panglima perang dengan cita rasa darah.

“Empat tahun yang lalu, dia datang kepadaku dalam mimpiku. Dia berada di ruangan gelap memanggilku ‘anakku. Aku tidak percaya aku keturunannya, tapi dia memilihku untuk menyampaikan pesan dan tradisinya dengan generasi baru,” ujar Anderas dilansir Miror.

“Setelah malam itu, saya membawa persembahan ke tempat di mana dia dibunuh, dan dia mengatakan kepada saya: ‘hidup Anda akan berubah selamanya mulai saat ini. Itu terjadi,” lanjutnya.

Andreas sekarang adalah pemimpin terpilih dari Ordo Dracul coven, sebuah kelompok yang mengklaim telah terbentuk ketika Dracula dibunuh pada 1476.

Alih-alih menerjang dan menggigit leher korbannya, Andreas mengatakan kelompok itu memiliki donor yang disebutnya “angsa hitam” yang bersedia mempersembahkan darah mereka.

Begitu banyaknya relawan ini, Andreas mengklaim dia tidak perlu mencari pendonor, bahkan mereka sendiri yang datang kepadanya.

Namun, sama seperti seks bebas, minum darah datang dengan risiko kesehatan, yang merupakan sesuatu yang harus diingatnya.

“Kami hanya minum dari donor konsensual. Anda akan terkejut dengan jumlah orang yang dengan bebas menawarkan diri kepada Anda jika Anda memberi tahu mereka bahwa Anda adalah vampir,” ujarnya.

“Percaya atau tidak, aku tidak pernah meminta. Orang-orang menawarkan diri mereka kepada kami, atas kehendak mereka sendiri untuk memahami vampir dan energi kita,” tuturnya.

Andreas mengatakan dia menyadari risiko kesehatan yang datang dengan minum darah

Andreas, yang bekerja sebagai psikolog dan perancang mode, mengatakan bahwa dia sesekali tidur di peti mati ketika dia ingin ‘terhubung dengan jiwa orang mati’.

Tapi ketika dia keluar dari peti mati dan pergi publik dengan keinginannya untuk minum darah. Andreas mengatakan dia difitnah dan dibuly oleh pembencinya di media sosial.

“Kadang-kadang saya tidur di peti mati ketika saya ingin mati bagi dunia dan bermeditasi. Tentu saja, kita berurusan dengan banyak pembenci online. Mereka hanya cemburu,” katanya.

Komentar Anda