Facebook Minta Maaf Soal Pesan ‘Selamat’ Dari Gempa Lombok Yang Dihiasi Animasi Balon

98

BENANKMERAH.CO – Facebook telah meminta maaf kepada para korban yang terperangkap dalam gempa mematikan di Lombok terkait pesan selamat yang dihiasi dengan gambar-gambar balon dan confetti.

Kejanggalan terjadi setelah gempa berkekuatan 6,9 SR melanda pulau wisata Lombok pada hari Minggu kemarin, menewaskan sedikitnya 347 orang dan menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Banyak netizen memposting untuk mengatakan mereka ‘aman’ dan selamat dari gempa lombok.

Namun kedua kata dalam bahasa Indonesia ‘selamat’  dan  ‘congratulations’ dalam bahasa Inggris telah memicu animasi perayaan di platfom media sosial. Tanpa tahu bahwa ‘selamat’ dalam hal ini adalah berarti lain yaitu terhindar dari bencana atau malapetaka.

“Fitur (animasi otomatis untuk ‘selamat’ dalam posting) tersedia secara luas di Facebook secara global,” kata seorang juru bicara Facebook dikutip Miror.

“Namun kami menyesal bahwa itu muncul dalam konteks yang tidak menguntungkan ini dan sejak itu mematikan fitur tersebut secara lokal,” katanya menambahkan.

Menurut Siane Monreal, manajer media sosial untuk Komite Internasional Palang Merah (ICRC), perusahaan media sosial harus mengambil tindakan pencegahan yang lebih baik ketika merancang fitur yang akan digunakan selama bencana seperti 
gempa di Lombok

“Bayangkan jika Anda menunggu berjam-jam tanpa kabar dari orang yang Anda cintai. Anda takut akan yang terburuk.

“Lalu akhirnya Anda lihat di Facebook bahwa mereka baik-baik saja – dan kemudian Anda melihat balon,” katanya.

“Itu bukan perayaan, dan itu tidak pantas.” imbuhnya merujuk pada animasi balon.

Krisis kemanusiaan muncul di Lombok, yang diguncang oleh gempa mematikan lain bulan lalu yang menewaskan 17 orang, dengan ribuan korban bencana hari Minggu yang sangat membutuhkan air bersih, makanan, obat-obatan dan tempat tinggal.

Banyak orang di pulau itu telah menggunakan fitur Pemeriksaan Keamanan Facebook  diluncurkan pada tahun 2014 -yang memungkinkan pengguna untuk memberi tahu teman dan keluarga bahwa mereka aman dan selamat setelah bencana.

 

Reporter: Erick Ginting

Komentar Anda