Imam Syafi’i: Merantaulah

726
Ilustrasi

BENANKMERAH.CO — Imam al-Syafi’i  sangat dikenal sebagai Imam Madzhab Fiqh Syafi’iyyah. Banyak karya yang lahir dari buah penanya, atau pun karya-karya mengenainya. Namun, sebagaimana para Imam Madzhab lainnya, satu sisi dari kompetensi yang dimiliki oleh beliau adalah menulis karya sastra, khususnya puisi, yang bercita rasa sastra tinggi.

Berikut adalah syair yang disusun Imam Syafi’i terkait pegembaraannya untuk mencari ilmu:

Merantaulah

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah ‘kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia ‘kan keruh menggenang
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datangBiji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan. (*)

Komentar Anda