Tentang Anjuran Minum Air Yang Banyak Saat Sakit, Studi Terbaru Ini Menyatakan…

119
Ilustrasi

BENANKMERAH.COM — Dokter kerap menasihati pasiennya agar minum air yang banyak saat sakit, ternyata studi terbaru menyatakan bahwa masih diperlukan banyak studi lagi untuk mendukung saran ini.

Sebuah tulisan di Jurnal BMJ Case Reports melaporkan seorang pasien mengalami hiponatremia (penurunan kadar natrium dalam darah) akibat mengikuti saran dokter agar minum air yang banyak saat dia menderita infeksi saluran kemih.

Pasien tersebut masuk Instalasi Gawat Darurat, Royal London Hospital, dengan keluhan menggigil, mual, muntah dan kesulitan bicara. Pemberian antibiotika dan pereda nyeri saat itu tidak mampu meredakan keluhan yang dialami pasien.

Setelah dilakukan pemeriksaan darah, ditemukan kadar natrium dalam darah 123 mmol/L (angka normal antara 135-145), sehingga pasien tersebut didiagnosa mengalami hiponatremia dan kondisi ini makin memperburuk kondisi pasien. Hiponatremia yang dialami pasien tersebut akibat dari kelebihan minum air.

Sebelumnya, pasien itu memang dianjurkan untuk minum yang banyak dengan tujuan mempercepat pembuangan racun/infeksi melalui air kencing.

Kondisi pasien berangsur angsur membaik setelah dilakukan pembatasan asupan cairan menjadi kurang dari 1 liter per 24 jam dan bisa keluar rumah sakit keesokan harinya.

Kelebihan cairan yang fatal juga kerap dilaporkan saat olahraga ketahanan fisik dan kasus kasus lain yang berhubungan dengan konsumsi cairan yang berlebihan.

Memang kasus kelebihan cairan sangat jarang terjadi terutama bila fungsi ginjal normal. Namun, pada beberapa kasus penyakit yang merangsang produksi hormon antidiuretik, yang menurunkan pengeluaran cairan melalui ginjal, apakah pasien tetap dianjurkan banyak minum?

Kesimpulannya, studi yang membuktikan anjuran minum yang banyak saat sakit masih memerlukan studi lanjutan yang lebih banyak untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kasus hiponatremia. (*)

 

Sumber: Blogdokter

Komentar Anda