Bak Pengelolaan Limbah B3 Bandara Hang Nadim Batam Sudah Lama Tak Berfungsi

1246
Tempat pengelolan limbah Bandara Hangnadim tak berfungsi (Foto: Iwone/BENANKMERAH)

BENANKMERAH.CO, BATAM – Tempat pengelolaan limbah sisa pembakaran bahan beracun dan berbahaya (B3) cair pesawat di Bandara Internasional Hangnadim Batam tidak berfungsi.

Asep, salah satu pekerja ditempat pembuangan limbah menyebut, bak tempat pengelolaan limbah sudah lama tidak berfungsi, sehingga limbah tersebut dibuang ke parit.

“Bak (pengelolaan limbah) ini sudah lama tidak berfungsi, sejak tahun 2000-anlah,” ujar Asep kepada benankmerah.co.

Asep mengatakan, limbah yang dibuang keparit itu adalah ‘Tinja’ yang sudah dicampur dengan bahan kimia tertentu supaya (tinja) dapat terurai.

Pantauan benankmerah, limbah dengan bau yang sangat menyengat itu mengalir melalui selokan pembuangan menuju parit dan masuk ke hutan.

Tempat pengelolan limbah Bandara Hangnadim tak berfungsi (Foto: Iwone/BENANKMERAH)
Tempat pengelolan limbah Bandara Hangnadim tak berfungsi (Foto: Iwone/BENANKMERAH)

Limbah tersebut merupakan limbah cair pesawat (tinja tercampur zat kimia) terlihat dalam jerigen yang diangkut dengan mobil, kemudian dibuang ke parit.

Seharusnya, limbah tersebut masuk ke bak penampungan awal, lalu mengalir ke bak utama dan kemudian ke bak penampungan akhir untuk diendapkan, setelah proses tersebut limbah menjadi steril dan aman untuk dialirkan ke parit.

Tempat pengelolan limbah Bandara Hangnadim tak berfungsi (Foto: Iwone/BENANKMERAH)
Tempat pengelolan limbah Bandara Hangnadim tak berfungsi (Foto: Iwone/BENANKMERAH)

Pembuangan Limbah yang bebas tanpa pengaturan yang jelas dan tegas, maka tentu saja resiko terjadinya pencemaran dan perusakan lingkungan hidup semakin tinggi.

Saat dikonfirmasi, GM Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso menyebut bahwa pihaknya sudah mengusulkan untuk pembuatan pengelolaan limbah, menurut dia sudah dalam proses.

Lebih lanjut Suwarso mengatakan limbah cair pesawat dalam jerigen yang dibuang keparit, adalah limbah kantin dan restoran.

Hal ini berbeda dengan temuan benankmerah dilokasi. Dimana menurut salah satu pekerja disana limbah dalam jerigen itu adalah tinja yang tercampur zat kimia tertentu.

“Sudah dicek kelapangan pembuangan, limbah dengan jerigen adalah limbah kantin/restoran, akan segera kami tindaklanjuti,” ujarnya, Kamis (7/5/2018).

 

Reporter: Iwone
Editor    : Rajo

Komentar Anda