Yusril : Yang Tertera Dilabel Sanford ‘Modus’

369
Sanford & Yusril Koto – (benankmerah.co)

BENANKMERAH.CO, BATAM – PT Gajah Izumi Mas Perkasa selaku prudusen Sanford dan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Reformasi Gemilang (Barelang), Yusril Koto selaku konsumen,  memenuhi panggilan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) untuk mengikuti Sidang Arbitrase pertama yang digelar pada Kamis (23/2/2017) dilantai 5 Gedung Dispenda Kota Batam.

Sidang tersebut dilaksanakan berdasarkan laporan Yusril bahwa Produk Air Minum Mineral Sanford diduga telah membohongi masyarakat dikarenakan yang tertera di label Sanford tidak sesuai dengan janji. 

Dalam sidang Abitrase itu, dihadiri oleh Ketua serta Anggota Majelis, Panitera, Yusril selaku konsumen yang didampingi pengacaranya, dan pihak perusahaan Sanford yang diwakilkan oleh kuasa hukum Andris, SH.MH

Dipersidangan itu Yusril Koto mengatakan Sanford tidak ada kesesuaian dari badan sertifikat dengan ketentuan, penjelasan dan peraturan parameter air mineral maupun demineral menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) bernomor 01-3553-2006, serta kesesuaian dengan Kemenperindag No 167/NPP/5/1997.

Bahkan, Yusril juga menjelaskan tentang peraturan tekhnis industri air minum dalam kemasan yang diperdagangkan tidak sesuai dengan keputusan Menperindak No.49/M-1ND/PER/3/2012) tentang pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan sertifikat hasil uji terkait persoalan keterangan Sanford sebagai air minum alami.

Itu merupakan modus bahasa dagang. Mengingat air baku bersumber dari air ATB yang mengandung klorin (kaporit),” kata dia.

Menanggapi hal itu Anggota Majelis sidang, Fahry Agusta mempertanyakan kepada pihak sanford, mengenai kalimat keterangan yang tertera pada label Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Sanford.

“Sanford menyajikan air minum alami, di proses melalui pengolahan terbaik sehingga aman serta penting untuk di kosumsi, Sebagai awal dari kepedulian akan kesehatan menjadikan Sanford sebagai air minum sehat pilihan keluarga”.  papar Sanford melalui kuasa hukumnya Andris

Dirinya mengatakan kalimat yang tertera dilabel Sanford itu merupakan bahasa daripada perusahaan.

“Itu bahasa perusahaan”. kata dia

Sidang akan berlanjut pada Rabu (1/3/2017) pekan depan.

(rin/tama)

Komentar Anda