Polda Kepri Tingkatkan Keamanan Dikawasan Obyek Vital Nasional

136
Foto Humas Polda Kepri

BENANKMERAH.CO, BATAM – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Irjen Sam Budigusdian menjelaskan, gangguan terhadap obyek vital nasional  seperti, bangunan, instalasi dan usaha sangat berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak dan bahkan bisa berpengaruh juga terhadap kepentingan negara.

Hal itu dijelaskannya, dalam sambutan pembukaan Penandatanganan Naskah Kerja Sama Memorandum of Understanding (MoU) antara Polda Kepri dengan PT Timah (persero) Tbk. di Hotel Radisson Batam, Selasa (28/2/2017)

“Obyek vital nasional merupakan kawasan/ lokasi, bangunan/ instalasi dan usaha yang bersifat strategis karena gangguan terhadap obyek vital nasional sangat berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak dan bahkan bisa berpengaruh juga terhadap kepentingan negara”, jelas Sam

Selain itu menurutnya, dampaknya dapat mengakibatkan bencana kemanusiaan dan pembangunan, kekacauan transportasi dan komunikasi serta terganggunya penyelenggaraan pemerintahan. Menghadapi tantangan dan perkembangan berbagai macam kejahatan modern serta karena letak strategis berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

“Dalam hal ini Polda Kepri dituntut untuk selalu terus konsisten meningkatkan kemampuannya khususnya dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat pada umumnya dan keamanan keteriban di kawasan objek vital nasional khususnya”. ujarnya

oleh karena itu kata Sam, diperlukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas teknis kepolisian agar dapat terus membangun diri menuju Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya.

Lanjutnya, untuk menyikapi hal tersebut, Polda Kepri sebagai aparat Harkamtibmas, Penegak Hukum, Pelindung, Pengayom dan Pelayan masyarakat dituntut harus lebih profesional dalam melaksanakan tugasnya dan tentunya selalu tidak henti-hentinya untuk mengembangkan diri dengan meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia.

Untuk meningkatkan keinginan masyarakat terhadap kinerja polisi, menurut Sam Polda Kepri  harus mampu Mereformasi kultural dengan menekan budaya Koruptif dan menjadikan polisi yang humanis.

“Memperbaiki pelayanan publik, meningkatkan profesionalme dalam penegakan hukum, meningkatkan stabilitas keamanan serta memanfaatkan kemajuan teknologi melalui menejemen media dalam pelayanan kepada masyarakat, sehingga diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri”. pungkasnya

(tama)

Komentar Anda