Rupiah Kian Turun Dratis, Menteri Darmin: Tidak Terlalu Berbahaya

655
ILUSTRASI

BENANKMERAH.CO, JAKARTA – Posisi rupiah yang kian turun drastis, menurut ‎Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution tidak terlalu bahaya. Pasalnya, ada sisi positif dari dampaknya melemah nilai tukar rupiah, seperti adanya kenaikan ekspor Indonesia.

Mata uang rupiah semakin tenggelam terhadap dolar AS (USD). Hingga pekan lalu mata uang rupiah telah mencapai posisi Rp14.500 per USD.

“Jangan anggap kurs itu kalau masih berubah 50 rupiah sampai 100 rupiah itu bahaya. Tidak ada bahaya di situ. Bayangkan Tiongkok sengaja lemahkan mata uangnya,” tutur Darmin, di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, dilansir metrotv, Minggu, (22/7/2018).

Darmin membandingkan dengan Negeri Tirai Bambu, sengaja membiarkan mata uangnya menyusut. Hal itu mereka lakukan agar barang yang diekspor lebih murah, sehingga bisa lebih bersaing.

“Begitu mata uang dia terus melemah, dia tidak mau intervensi. Nah, negara-negara di sekitar dia (Tiongkok) ikut mengalami pelemahan juga,” jelas dia.

Namun dia melanjutkan bahwa banyak masyarakat yang tidak mau tahu dengan kondisi rupiah saat ini. Alhasil, banyak yang menyalahartikan kondisi rupiah.

Kendati demikian, dia menekankan, pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tak akan membiarkan pelemahan rupiah terlalu jauh.

“Lewat sejumlah upaya dan kebijakan yang akan diambil,” kata dia.

 

Editor: Heni Anggraini

Komentar Anda