Program KLIK Akan Jadi Pendorong Investasi Yang Lebih Berdaya Saing di Kepri

165
Launching KLIK dihadiri oleh Gubernur, Ketua BKPM Pusat, Walikota, Kapolda, Danrem beserta Instansi Pemerintah lainnya di Wisma Batamindo – Batam, jum’at (3/2/2017) – (Foto: Pratama/benankmerah.co)

BENANKMERAH.COM, BATAM —  Penandatangan nota kesepahaman/MoU dan Lanching program Kemudahan Langsung Investasi Kontruksi (KLIK). dilaksanakan di gedung Wisma Batamindo. (Jum’at, 03/02/2017).

Pemerintah berharap kepada pelaku dunia usaha dengan adanya terobosan baru berupa program/fasilitas KLIK ,di Lima daerah Kawasan Industri, bisa menjadi pendorong investasi yang lebih berdaya saing di kepulauan Riau.

Adapun lima kawasan industri yang telah ditetapkan pemerintah, melalui surat keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) No.17 tahun 2017 khusus di kepulauan Riau yakni, Kawasan industri Batamindo industrial(Batam), Kawasan industri Bintang Industrial(Batam), Kawasan industri Kabil Intregeted (Batam), Kawasan industri West Point (Batam) dan Kawasan industri Bintan Inti, Lobam (Bintan).

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan, persaingan sekarang cukup berat apalagi Kepri yang berhadapan langsung/dekat sekali dengan negara-negara yang cukup maju ekonominya, dimana kita membuat terobosan baru, mereka juga membuat formula dan persaingan baru, nantinya tentu ini menjadi pekerjaaan kita bersama menghadapi hal tersebut.

Pasang

Dikesempatan itu Nurdin meminta satu lagi Kawasan Industri kepada ketua BKPM

” Bagaimana satu lagi kawasan industri yang ditetapkan di daerah kabupaten Karimun, dimana di sana untuk nilai investasinya cukup besar”. kata dia

Ketua BKPM, Thomas Trikasih Lembong barharap lima kawasan yang telah mengikuti program ini jangan menjadi defensif

“peluncuran program/fasilitas KLIK pada pagi hari ini merupakan suatu langkah yang cukup signifikan dan lima kawasan industri yang telah mengikuti program/fasilitas ini, agar dapat lebih agresif, progresif dan jangan menjadi defensif (menunggu)”. ujar nya

“Kepulauan Riau mempunyai peranan penting dari lokasi dan potensinya, akan sulit mencapai target export, investasi nasional tanpa peran dari Batam, Bintan dan Karimun” lanjut Thomas

Diwaktu yang sama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto Reksodipoetro mengatakan, “dengan diluncurkannya program KLIK ini, menurut data yang diperoleh dari realisasi investasi di tahun 2016 nilai investasi mencapai USD 471 Juta dengan 73 proyek sedangkan di tahun 2015 nilai investasi mencapai USD 321,6 Juta dengan 63 proyek, sebelumnya tanpa menggunakan program KLIK dan i23j.

“Dan di tahun 2017 ini di harapkan bisa 100% kenaikan nilai investasinya dari tahun sebelumnya (2016)” katanya

Walikota Batam, Muhammad Rudi menambahkan, “untuk kawasan industri yang belum dapat mengikuti program ini dipermudah persyaratanya.

“Agar dipermudah untuk persyaratannya karena dari nilai investasi di seluruh Indonesia yang mencapai Rp 121 Triliunan, Batam menjadi salah satu investor terbesarnya”. papar Rudi

Nota kesepahaman/MoU program KLIK tersebut di tandatangani oleh, Gubernur, Ketua BKPM, Kapolda, Walikota, Ketua BP Batam dan Bupati Bintan.

(tama)

Editor : Rajo Sinawa

Komentar Anda